Hai guys, pada kesempatan ini saya ingin bercerita tentang "kisah dibalik kisah". Maksud-nya apa yaa? Kisah kok dibalik-balik? Haha.. Ini lho maksudnya.. Hari lalu tepatnya hari rabu pada saat kelas Enterprenuer Social kami pada hari itu harus mengumpulkan tugas serta menceritakan progress dari project atau usaha yang kami jalankan. Pak Nur selaku dosen faslitator kami di Esos mulai men-sharing kan lebih luas mengenai Sosial Enterprenuer, lalu setelah mendengar kan apa yang di sharingkan kami diharapkan bisa memiliki mind-set yang jauh lebih berbeda dari sebelumnya.
Lalu kemudian pak Nur pun membagikan kepada kami buku dan tiap-tiap anak mendapatkan buku yang berbeda-beda. Jujur aku sendiri sebenarnya tidak suka membaca buku apa lagi buku yang bagikan itu isinya tidak ada gambar sama sekali persis seperti membaca sebuah novel yang hanya berisi kan tulisan serta bab-bab yang menurut ku itu sangat membosankan ketika dibaca. Sebelum-nya aku juga melihat ada beberapa kaset DVD yang sempat diperlihatkan juga oleh pak Nur dan aku pun langsung bertanya : "pak apa boleh buku yang bapak suruh baca ini aku ganti dengan DVD? Karena aku lebih suka menonton daripada membaca buku ini." Tetapi pak Nur menjawab : "DVD ini tidak untuk di nonton, kamu baca dan mencoba mengambil kesimpulan dari buku yang saya sudah bagikan apa yang kamu bisa dapatkan dari buku tersebut". Aku akhirnya pun mencoba dan mau tidak mau harus baca buku itu, aku juga berpikir mau sampai kapan aku tidak belajar untuk membaca sesuatu yang bisa bermanfaat.
Dan ini lah buku yang dipinjam kan oleh pak Nur untuk dibaca, buku ini berjudul "Pertengkaran dan kisah-kisah lain. -Nikolai Gogol-" Sekilas sedikit sinopsis dari buku ini menceritakan tentang dua orang sahabat yang sangat amat akrab hingga suatu hari mereka memulai sebuah perdebatan yang konyol kemudian memuncak pada sebuah makian yang paling kasar. Lalu sejak saat itu tak ada lagi sepatah kata pun yang terucap antara mereka satu sama lain. Dari membaca buku tersebut saya mencoba mengambil kesimpulan bahwa jangan biarkan cerita dan pengalaman orang lain menjadi penyebab kita tidak melakukan mamogram. Kita juga harus bisa membuat sebuah reformasi baru jika kita ingin masa depan kita maju terus. Cerita yang sangat inspiratif bahwa ketika terjadi perangan ternyata semua itu bisa di hadapi dan dengan kemauan serta usaha maka kita bisa membuat pertengkaran itu menjadi damai. Kuncinya adalah jangan pernah lari dari masalah, cobalah untuk berbicara jika merasa salah tetapi jika sudah tidak bisa di perbaiki secara baik-baik maka intropeksi dirilah terlebih dahulu lalu kemudian lihat laa kondisi, jika memungkin kan cobalah untuk menyelesaikan-nya dengan baik-baik. Memaafkan juga sangat utama namun sulit untuk dilakukan, tetapi jika kita mau membuka diri dan berusaha maka apa yang sulit akan menjadi mudah.
Ini sekilas cerita perjalanan Gogol : Nicolai Vasilyevich Gogol
Tidak ada komentar:
Posting Komentar