![]() |
| HS Silver |
![]() |
| Hasil perak yang telah jadi |
![]() |
| Ini salah satu proses pembuatan perak |
More information : Hs silver
Kemudian dari HS Silver
kami menuju ke tempat yang telah di nanti-nanti yaitu Coklat Monggo, it’s so
yummy! ^_^
![]() |
| Inilah dapur pemubuatan coklat monggo |
![]() |
| Produk Coklat Monggo |
Dari Coklat Monggo kami menuju ke lokasi Makam Raja
![]() |
| Masjid bersejarah |
Lalu dari Makam Raja-Raja Matarm, kami diajak lagi
mengunjungi jajan pasar.
Dengan khas makananya yaitu ‘kipo’ yang artinya “iki opo”.
Dan ini jajanan pasar yang di jual Bu Supriyati
Setelah puas dengan perjalanan seharian sambil
menimbah ilmu, kini tiba saatnya kami pun berbalik ke hotel untuk beristiharat
dan bersiap menyambut hari esok. Esok hari adalah hari dimana akan ada 1 tempat
kunjungan dan setelah itu adalah free
time, namun sebelumnya kami semua breakfast
terlebih dahulu sambil melihat indahnya suasana kota Yogyakarta dari lantai 5 rooftop Edu Hostel. Setelah makan pagi
kami lalu berbalik ke kamar masing-masing dan bersiap untuk berangkat tidak
lupa kami juga packing kembali
barang-barang bawaan setiap dari kami, karena hari ini juga hari terakhir dari trip kami selama di Yogyakarta. Sangat
menyenangkan sekali bisa menikmati indahnya kota Yogyakarta yang masih serba
asri, meski hanya 3 hari 2 malam tetapi rasa ingin tahu itu tetap ada.
Kami pun lalu berangkat menuju Sekolah Alam.
Ini ada sekilas Profil Bu Wahya di Tupperware SheCAN!
Part 1. Tupperware SheCAN! - Sri Wahyuningsih Part 1
Part 2. Tupperware SheCAN! - Sri Wahyuningsih Part 2
Part 1. Tupperware SheCAN! - Sri Wahyuningsih Part 1
Part 2. Tupperware SheCAN! - Sri Wahyuningsih Part 2
Sekolah
Alam pada tahun 2008 menjadi sekolah yang mandiri dan pada saat itu kelas yang
dibuka baru kelas SD, kemudia pada tahun 2010 baru dibuka lah kelas untuk
tingkat SMP. Visi dan misi dari Sekolah Alam ini yang di bangun oleh ibu Sri
Wahyanisi yaitu pangan, sosial, budaya, kampaye, memproduksi hasil alam dan
kesehatan. Yang paling penting ialah lebih mengutamakan kepada pendidikan yang
lebih alamiah.
Ibu
Sri Wahyanisi ini telah memiliki impan membuka sekolah sejak Ia masih duduk
dibangku kuliah. Berawal pada saat iya menjadi pendamping masyarakat dengan
melakukan kegiatan sosial, dan bertemu orang-orang baru dari sini Beliau
melihat ada resource dan SDA yang ternyata masih bisa dikembangkan. Lalu
kemudian Ia pun melakukan riset untuk mencari tahu apa yang sebenranya
menyebabkan terjadinya masalah sosial, dari hasil tersebut ternyata yang
ditemukan adalah kurangnya pendidikan dan kemiskinan menjadi faktor utama.
Pada
tahun 1998 berdirilah Salam atau Sekolah Sangar Alam dengan jumlah murid 15
anak yang mau ikut. Namun dalam beberapa hari kemudian Salam bisa mengumpulkan
120 anak dengan 28 faslilitator. Ibu Sri Wahyanisi ini dalam membangun Salam
ini juga telah mendapatkan banyak tantangan, tetapi dengan semangat dan pantang
menyerah Ia bisa mencoba merubah mind-set
setiap orang tua murid bahkan orang-orang yang sempat menolak dia dalam
mendirikan sekolah alam ini.
Salam
membuat kurikulum dibentuk sesuai usia mereka. Kegiatan yang dilakukan salah
satunya yaitu memberi makan kambing juga menyelengarakan kegiatan kesehatan
dengan gratis. Sangat luar biasa Sekolah Alam ini, karena dari mengajarkan
anak-anak membuat pizza itu dijual dan hingga kini telah mencapai Rp
1.000.000,-/bulan. Selama 25 tahun Salam mendapat banyak inspirasi sehingga
bisa memiliki usaha sendiri dan menggerakan ekonomi kerakyatan dengan rencana
30-40/hari.
Pada
rencana kedepan Salam berencana akan membuka Resto. Dengan adanya Sekolah Alam
ini orang tua juga mensupport dan juga membantu untuk memfaslilitasi dalam 3
bulan sekali. Disini anak-anak juga diajarkan untuk membuka pasar bukan menjadi
bank sampah. Selain itu juga mereka diajarkan tentang komposisi pada makanan.
Sekolah alam ini mengratiskan bagi mereka yang kurang mampu dan bagi mereka
yang mampu harus membayar dengan biaya yang di berikan.
Sekolah Sangar Alam



.jpg)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar