Minggu, 28 September 2014

My trip is my adventure, learn for add to the knowledge (part II)

Terlepas dari kunjungan di Omah Dhuwur kami menyempatkan diri untuk pergi ke tempat pembuatan perak menjadi pernak-pernik layak pakai serta bisa menjadi accessories yang indah. Ditemani oleh 2 karyawan pak Irsyam, kami dituntun hingga sampai disini.


HS Silver

Hasil perak yang telah jadi

Ini salah satu proses pembuatan perak
More information : Hs silver
Kemudian dari HS Silver kami menuju ke tempat yang telah di nanti-nanti yaitu Coklat Monggo, it’s so yummy! ^_^


Inilah dapur pemubuatan coklat monggo

Produk Coklat Monggo

Dari Coklat Monggo kami menuju ke lokasi Makam Raja

Masjid bersejarah
Lalu dari Makam Raja-Raja Matarm, kami diajak lagi mengunjungi jajan pasar.
Dengan khas makananya yaitu ‘kipo’ yang artinya “iki opo”.


Dan ini jajanan pasar yang di jual Bu Supriyati


Setelah puas dengan perjalanan seharian sambil menimbah ilmu, kini tiba saatnya kami pun berbalik ke hotel untuk beristiharat dan bersiap menyambut hari esok. Esok hari adalah hari dimana akan ada 1 tempat kunjungan dan setelah itu adalah free time, namun sebelumnya kami semua breakfast terlebih dahulu sambil melihat indahnya suasana kota Yogyakarta dari lantai 5 rooftop Edu Hostel. Setelah makan pagi kami lalu berbalik ke kamar masing-masing dan bersiap untuk berangkat tidak lupa kami juga packing kembali barang-barang bawaan setiap dari kami, karena hari ini juga hari terakhir dari trip kami selama di Yogyakarta. Sangat menyenangkan sekali bisa menikmati indahnya kota Yogyakarta yang masih serba asri, meski hanya 3 hari 2 malam tetapi rasa ingin tahu itu tetap ada.
Kami pun lalu berangkat menuju Sekolah Alam. Ini ada sekilas Profil Bu Wahya di Tupperware SheCAN!
Part 1. 
Tupperware SheCAN! - Sri Wahyuningsih Part 1
Part 2. 
Tupperware SheCAN! - Sri Wahyuningsih Part 2
Sekolah Alam pada tahun 2008 menjadi sekolah yang mandiri dan pada saat itu kelas yang dibuka baru kelas SD, kemudia pada tahun 2010 baru dibuka lah kelas untuk tingkat SMP. Visi dan misi dari Sekolah Alam ini yang di bangun oleh ibu Sri Wahyanisi yaitu pangan, sosial, budaya, kampaye, memproduksi hasil alam dan kesehatan. Yang paling penting ialah lebih mengutamakan kepada pendidikan yang lebih alamiah.
Ibu Sri Wahyanisi ini telah memiliki impan membuka sekolah sejak Ia masih duduk dibangku kuliah. Berawal pada saat iya menjadi pendamping masyarakat dengan melakukan kegiatan sosial, dan bertemu orang-orang baru dari sini Beliau melihat ada resource dan SDA yang ternyata masih bisa dikembangkan. Lalu kemudian Ia pun melakukan riset untuk mencari tahu apa yang sebenranya menyebabkan terjadinya masalah sosial, dari hasil tersebut ternyata yang ditemukan adalah kurangnya pendidikan dan kemiskinan menjadi faktor utama.
Pada tahun 1998 berdirilah Salam atau Sekolah Sangar Alam dengan jumlah murid 15 anak yang mau ikut. Namun dalam beberapa hari kemudian Salam bisa mengumpulkan 120 anak dengan 28 faslilitator. Ibu Sri Wahyanisi ini dalam membangun Salam ini juga telah mendapatkan banyak tantangan, tetapi dengan semangat dan pantang menyerah Ia bisa mencoba merubah mind-set setiap orang tua murid bahkan orang-orang yang sempat menolak dia dalam mendirikan sekolah alam ini.
Salam membuat kurikulum dibentuk sesuai usia mereka. Kegiatan yang dilakukan salah satunya yaitu memberi makan kambing juga menyelengarakan kegiatan kesehatan dengan gratis. Sangat luar biasa Sekolah Alam ini, karena dari mengajarkan anak-anak membuat pizza itu dijual dan hingga kini telah mencapai Rp 1.000.000,-/bulan. Selama 25 tahun Salam mendapat banyak inspirasi sehingga bisa memiliki usaha sendiri dan menggerakan ekonomi kerakyatan dengan rencana 30-40/hari.
Pada rencana kedepan Salam berencana akan membuka Resto. Dengan adanya Sekolah Alam ini orang tua juga mensupport dan juga membantu untuk memfaslilitasi dalam 3 bulan sekali. Disini anak-anak juga diajarkan untuk membuka pasar bukan menjadi bank sampah. Selain itu juga mereka diajarkan tentang komposisi pada makanan. Sekolah alam ini mengratiskan bagi mereka yang kurang mampu dan bagi mereka yang mampu harus membayar dengan biaya yang di berikan.

Sekolah Sangar Alam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar